Kategori
BERITA

Lewat Digital Marketing Paslon Kelana-Astutik Dongkrak Penjualan Produk UMKM Sidoarjo

SIDOARJO – Konsep digital marketing atau pemasaran lewat digital sangat berpotensi mendongkrak penjualan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bahakan, lebih luas membuka lapangan kerja.

Konsep itulah yang diusung pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) agar perekonomian kerakyatan yaitu UMKM di Kabupaten Sidoarjo terus berkembang di era 4.0.

“Pemasaran akan kita bantu untuk menyiapkan sistemnya, untuk kita melakukan digital marketing. Itu nanti yang kita kuatkan,” ucap Bunda Astutik ketika bertemu dengan pelaku UMKM produk hasil olahan kupang di Kecamatan Candi, Jum’at (6/11/2020).

Penguatan konsep digital merketing yang disiapkan duet paslon berlatar belakang pengusaha sukses dan pendidik profesional itu bukan hanya menguntungkan UMKM, melainkan juga membuka lebar lapangan pekerjaan.

Dwi Astutik mengungkapkan bahwa pihaknya melibatkan semangat kaum milenial yang saat ini hampir semuanya memanfaatkan gadget android yang bisa direkrut untuk menjadi marketing, menjualkan produk unggulan UMKM Sidoarjo lewat online.

Tentunya, sambung dia, hal itu membuka lapangan pekerjaan baru bagi kalangan millennial. Belum lagi, lanjut dia, akan terbukanya lapangan pekerjaan baru bidang jasa kurir.

“Kita menguatkan ekonomi sidoarjo melalui UMKM yang dipasarkan lewat digital marketing. Tentunya secara otomatis lapangan pekerjaan akan terbuka,” jelasnya.

Selain lewat marketing, paslon Kelana-Astutik juga akan menguatkan produk unggulan UMKM disisi kualitas dan produksinya. Misalnya, konsep soal packing dan izin halal.

“Nanti akan kami ikhtiarkan juga mengenai hal itu agar semakin bagus dan mudah diterima dipasaran,” jelas Bunda Dwi Astutik yang berkomitmen mendorong pejabat menggunakan produk UMKM Sidoarjo dalam acara kedinasan Pemkab Sidoarjo. (AF)

Kategori
BERITA

Komitmen Dwi Astutik Bantu Majukan UMKM di Sidoarjo

SIDOARJO – Program ekonomi kerakyatan dan pengentasan masalah UMKM di tengah pandemi covid-19 menjadi fokus Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) untuk menata Kabupaten Sidoarjo lebih baik.

Untuk mengetahui pemetaan produk dan masalah UMKM di Kabupaten Sidoarjo, calon Wakil Bupati Sidoarjo yang diusung koalisi PDIP-PAN itu terus turun ke lapangan berdialog langsung dengan para pelaku UMKM.

Menurut Bunda Astutik, pemetaan produk dan masalah UMKM di Sidoarjo menjadi hal yang mendasar untuk mengetahui problem para pelaku UMKM di tengah pandemi covid-19 saat ini.

“Sebetulnya masalahnya, kalau kami berbincang dengan pelaku UMKM mereka mengeluhkan produknya masih belum terbackup secara baik. Itu nanti perlu dibenahi,” ucapnya ketika berkunjung ke UMKM Tas di Kecamatan Tanggulangin, Minggu (25/10/2020).

Selian itu, pelaku UMKM juga mengeluh tidak terbantu dalam pemasaran, terlebih kondisi di tengah pandemi saat ini omsetnya turun drastis.

“Tadi disampaikan penurunan usahanya mencapai 80-90 persen. Bahkan, awalnya yang memiliki 12 tenaga kerja, kondisi pandemi ini hanya tinggal 2 orang saja, itupun anaknya sendiri. Merek bilang kondisi saat ini cukup untuk makan saja,” ungkapnya.

Bunda Astutik menyatakan, keluhan langsung yang didengar tersebut akan dibantu kedepannya dengan sebuah sistem marketing yang diihtiyarkan, baik dalam tingkat Kabupaten, Jawa Timur, Indonesia bahkan hingga importir untuk produk unggulan Kabupaten Sidoarjo.

Selain itu, kondisi pandemi covid-19 membuat daya beli masyarakat rendah. Hal itu, menurut Bunda Astutik, sebuah tantangan yang harus diawali dengan sebuah strategi dan sistem yang dikuatkan daya belinya melaui pemerintah lewat dinas.

“Kita akan membantu lewat itu. Kita beli produk lokal, ngapain produk luar negeri kalau produk dalam negeri ada,” jelasnya.

Bukan hanya itu, penguatan daya beli produk lokal itu juga bisa lewat kedinasan ketika ada hajatan pemerintah harus menggunakan produk milik sendiri.

“Bisa (produk) antar lingkungan, antar kecamatan dan kabupaten. Jadi gak usah beli dari luar negeri dulu. Ini harus kita kuatkan untuk membangun Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya. (***)