Kategori
BERITA PILKADA SIDOARJO

Bertemu Bunda Astutik, Pengemudi Ojol Gojek Minta Nasib Mereka Diperhatikan

SIDOARJO – Pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Sidoarjo sangat berharap dan mendoakan agar pasangan calon (paslon) nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) memimpin Kabupaten Sidoarjo.

Harapan itu disampaikan, karena duet paslon berlatar belakang pengusaha sukses dan pendidik profesional itulah yang bisa mendengar keluhan dan curhat mereka.

“Kami rasa beliau berdua yang bisa menampung keluhan dan curhatan kami,” ucap salah satu pengemudi ojek online dari Gojek ketika bertemu dengan Bunda Astutik, Jum’at (13/11/2020). Saat bertemu itulah, mereka juga curhat mulai masalah orderan sepi di tengah pandemi covid-19. Hal itu berimbas pada penghasilan mereka untuk kebutuhan hidup.

“Orderan saat ini semakin sepi. Kami berharap Pak Kelana dan Bunda Astutik nanti terpilih dan bisa membuka peluang usaha baru. Bisa mensejaterahkan masyarakat, khusus lewat bantuan sosial dan pendidikan,” harapnya.

Dukungan, harapan dan keluhan tersebut didengarkan serius Bunda Astutik ketika bertatap muka dengan para pengemudi ojol tersebut.

Bunda Astutik menegaskan bahwa dirinya bersama Mas Kelana berkomitmen menjadikan Kabupaten Sidoarjo Makmur dalam aspek ekonomi, sosial dan infrastruktur dan sejumlah aspek lainnya.

Hal itu, sambung dia, dibuktikan dengan 9 program unggulan yang telah disiapkan dan siap direalisasikan bila nanti diberi amanah memimpin Sidoarjo.

Ia menuturkan, sembilan program tersebut tentunya menyangkut semua aspek dan memihak kepada semua elemen masyarakat Kabupaten Sidoarjo. 

“Kami juga sangat konsen terkait menyedikan lapangan kerja yang dimasukan dalam program unggulan nomor 7, yaitu ‘menyediakan lapangan kerja yang layak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sidoarjo’,” sebutnya.

Komitmen menyiapkan lapangan kerja yang layak itu dibuktikan Mas Kelana dan Bunda Astutik dalam setiap pertemuan, menggelar dialog maupun masukan dengan semua elemen masyarakat Sidoarjo, mulai pedagang pasar, nelayan, pelaku UMKM, petani tambak bahkan sejumlah pengusaha di Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Bunda Astutik, peningkatan dan pemerataan ekonomi akan menjadi prioritas dirinya bersama Pak Kelana. Program ekonomi kerakyatan dengan menggandeng para pelaku UMKM diyakini akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru.

“Kita sudah programkan sistim digital marketing yang akan dikoneksikan dengan UMKM. Diharapkan dengan program ini para pelaku UMKM bisa menjadi manager atas usahanya dan akan membuka lapangan kerja baru yang layak dengan kebutuhan masyarakat Sidoarjo,” jelas tokoh Muslimat NU itu.

Selain itu, pelatihan kerja dan kewirausahaan juga akan dibuka seluas-luasnya, terutama bagi kaum milenial benar-benar didorong menjadi seorang wirausaha yang nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Begitupun dengan kerjasama antara pelaku UMKM dengan sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Sidoarjo yang berkesinambungan. Hal itu akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Sidoarjo.

Tak hanya itu, pasangan Berkelas itu juga memikirkan nasib bagi kaum difable agar mendapat hak yang sama mendapat lapangan kerja yang layak.

“Kami akan siapkan dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang mendukung skill mereka hingga siap kerja,” ulasnya.

Dirinya berharap, jika nanti terpilih akan hadir untuk semua lapisan masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Ia juga siap menerima masukan dan kritikan semua elemen masyarakat Sidoarjo untuk mewujudkan Sidoarjo Makmur.

“Jadi jangan salah pilih. Ingin Sidoarjo Makmur pilih nomor 3, Kelana-Dwi Astutik. Tolong seruhkan juga, dari ketiga calon Pilkada Sidoarjo 2020 hanya nomor 3 yang memiliki keterwakilan calon dari perempuan. Coblos yang ada perempuannya,” pinta perempuan bergelar doktor itu. (AF)

Kategori
BERITA

Pemuda Pancasila Sidoarjo Siap Amankan Suara Kelana-Dwi Astutik di Setiap TPS

SIDOARJO – Pengurus dan kader Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sidoarjo totalitas memenangkan duet pasangan calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik di Pilkada Sidoarjo 2020.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Mursidi menyatakan bahwa pemuda pancasila yang memiliki basis masa sangat banyak akan diterjunkan mulai tingkat kecamatan hingga di tingkat desa.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya akan menempatkan para kader PP hingga tingkat TPS untuk mengamankan suara paslon Kelana-Dwi Astutik untuk menduduki kursi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

“Apalagi PP (Pemuda Pancasila) mendukung bupati yang merupakan Kader Pemuda Pancasila. Maka, nanti setiap TPS akan ada kader PP untuk mengamankan suara Pak Kelana dan Bu Dwi,” tegas Mursidi, Sabtu (7/11/2020).

Bagi pemuda pancasila, Mursidi menegaskan bahwa sosok Kelana Aprilianto bukanlah hal yang asing. Apalagi, Kelana merupakan kader pemuda pancasila yang track recordnya jelas dan sosok yang low profil.

“Pak Kelana ini orangnya low profil, gampang memafkan dan mengiklaskan. Beliau sosok karakter petarung tangguh, jadi tidak mau kendor semangatnya. Insya Allah dengan keyakinan kita bersama, Pak Kelana akan memimpin Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.

Kategori
BERITA

Lewat Digital Marketing Paslon Kelana-Astutik Dongkrak Penjualan Produk UMKM Sidoarjo

SIDOARJO – Konsep digital marketing atau pemasaran lewat digital sangat berpotensi mendongkrak penjualan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bahakan, lebih luas membuka lapangan kerja.

Konsep itulah yang diusung pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) agar perekonomian kerakyatan yaitu UMKM di Kabupaten Sidoarjo terus berkembang di era 4.0.

“Pemasaran akan kita bantu untuk menyiapkan sistemnya, untuk kita melakukan digital marketing. Itu nanti yang kita kuatkan,” ucap Bunda Astutik ketika bertemu dengan pelaku UMKM produk hasil olahan kupang di Kecamatan Candi, Jum’at (6/11/2020).

Penguatan konsep digital merketing yang disiapkan duet paslon berlatar belakang pengusaha sukses dan pendidik profesional itu bukan hanya menguntungkan UMKM, melainkan juga membuka lebar lapangan pekerjaan.

Dwi Astutik mengungkapkan bahwa pihaknya melibatkan semangat kaum milenial yang saat ini hampir semuanya memanfaatkan gadget android yang bisa direkrut untuk menjadi marketing, menjualkan produk unggulan UMKM Sidoarjo lewat online.

Tentunya, sambung dia, hal itu membuka lapangan pekerjaan baru bagi kalangan millennial. Belum lagi, lanjut dia, akan terbukanya lapangan pekerjaan baru bidang jasa kurir.

“Kita menguatkan ekonomi sidoarjo melalui UMKM yang dipasarkan lewat digital marketing. Tentunya secara otomatis lapangan pekerjaan akan terbuka,” jelasnya.

Selain lewat marketing, paslon Kelana-Astutik juga akan menguatkan produk unggulan UMKM disisi kualitas dan produksinya. Misalnya, konsep soal packing dan izin halal.

“Nanti akan kami ikhtiarkan juga mengenai hal itu agar semakin bagus dan mudah diterima dipasaran,” jelas Bunda Dwi Astutik yang berkomitmen mendorong pejabat menggunakan produk UMKM Sidoarjo dalam acara kedinasan Pemkab Sidoarjo. (AF)

Kategori
BERITA

Nelayan Kupang Keluhkan Masalah Sungai dan Jembatan kepada Bunda Astutik

SIDOARJO – Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) terus turun ke lokasi bertemu dengan semua elemen masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.

Kali ini, Bunda Astutik mendatangi nelayan kupang di Desa Balong Dowo, Kecamatan Candi, Jum’at (6/11/2020).

Bertemu dengan para nelayanan kupang, Bunda Astutik cukup kaget melihat potensi ekonomi pesisir Kabupaten Sidoarjo yang kurang digarap secara maksimal. Bunda Astutik diajak langsung para nelayan melihat kondisi sungai yang dangkal dan banyak eceng gondok.

“Endapan sungai dan eceng gondok ini menjadi penghalang akses nelayan menuju laut,” kata Kusaeni salah satu tokoh nelayan Desa Balong Dowo, ketika menujukan langsung kondisi sungai yang biasa menjadi akses nelayan kupang mencari penghasilan itu.

Selain itu, Kusaeni juga mengeluhkan tiga jembatan yang menghalagi perahu nelayan saat melintas di sungai saat kondisi air sungai sedang pasang. “Kalau sedang pasang perahu kami gak bisa lewat, bu,” jelasnya.

Hal itu, membuat nelayan kupang yang biasa mencari kupang melalui akses sungai tersebut membatalkan dan lebih baik mendatangkan kupang dari wilayah Kabupaten Gresik.

“Di sini kupang merah dan kupang putih banyak, bu. Namun, karena jalurnya seperti itu dan kebutuhan kupang putih tinggi, para nelayan di sini terpaksa harus mengambil kupang putih di Kabupaten Gresik. Sehari bisa dua truk,” ulasnya.

Keluhan terebut langsung direspons Bunda Astutik. Ia menyatakan potensi ekonomi bagi nelayan tersebut sanggat tinggi jika kendala-kendala seperti jembatan terlalu rendah, pendangkalan sungai dan ecek gondok teratasi.

“Nilai sisi penghasilan nelayan di sini seharungnya tinggi,” ungkap tokoh Muslimat NU itu.

Bunda Astutik berjanji, bila nanti diberi amanah bersama Mas Kelana memimpin Kabupaten Sidoarjo akan dibenahi.

“Itu nanti akan kami selesaikan,” ucap Bunda Astutik.

Bunda Astutik juga berjanji akan mengihtiyarkan keluhan dan kedala para nelayan kupang tersebut. Mulai pendangkalan sungai akan dikeruk, memanfaatkan eceng gondok untuk usaha kerajinan mulai tas maupun dompet dan mengupayakan jembatan akan dicarikan solusi agar tidak menjadikan akses jalannya nelayan terputus.

“Insya Allah, semua nanti kami ihtiyarkan jika kami diberi amanah memimpin Kabupaten Sidoarjo kedepan. Ini akan menjadikan nelayan kupang mendapatkan pendatan yang lebih dan mampu,” tandas Bunda Astutik. (AF)

Kategori
BERITA

Jawaban Muhdlor Gak Nyambung Dengan Pertanyaan Dwi Astutik

SIDOARJO – Pertanyaan Dwi Astutik, Cawabup nomor urut 3, kepada paslon nomor urut 2, Muhdlor-Subandi terkait amanat undang-undang 1945 bahwa nasib anak terlantar dipelihara oleh negara.

“Lalu bagaimana membreakdown bagi anak yang membutuhkan legalitas masuk sekolah,” tanya Dwi Astutik kepada paslon nomor 2, Muhdlor-Subandi.

Pertanyaan tersebut sekakan dijawab enteng oleh Muhdlor. Bahkan, dengan pedenya menjelaskan jika bukan hanya anak terlantar yang dipelihara, melainkan juga memberikan makan gratis bagi manula.

Bukan hanya itu, dengan pedenya Muhdlor juga mengklaim memperhatikan anak yatim, disabilitas dan panti asuhan.

“Anak terlantar diakomodir disana,” jawab Muhdlor dengan pede.

Dwi Astutik, Cawabup dari Cabup Kelana yang dipersilahkan host menangapi jawaban tersebut langsung tertawa dan menyatakan jika jawaban dengan pertanyaan itu tidak nyambung.

“Jawaban belum nyambung. Yang saya tanyakan bagiamana membreakdown bagi anak yang membutuhkan legalitas masuk sekolah,” ucap Dwi Astutik sambil tertawa.

Jawaban tersebut kemudian dijawab lagi oleh Muhdlor setelah pihak host kembali memberikan waktu. Muhdlor mengklaim jawaban yang diberikan awal itu sebenarnya berhubungan.

“Saya kira sama lewat dinsos dan dicarikan orang tua asuh. Bagaiamana, bla…bla..bla…,” jawabnya kembali yang ditambahi jawaban oleh Subandi.

Selain Muhdlor, pertanyaan paslon nomor urut 1 BHS-Taufiqulbar kepada paslon nomor 3 tidak ada program soal sampah juga langsung dipatahkan oleh Dwi Astutik.

“Bicara soal sampah berati bicara soal limbah,” ucap Dwi Astutik. Ia melanjutkan, jika yang paslon 1 menganggap paslon nomor 3 tidak punya program tersebut adalah salah.

“Kami ada program nomor 9 yaitu membangun Kabuoaten Sidoarjo menjadi layak huni dan layak usaha,” jawab Bunda Astutik yang langsung membungkam pertanyaan BHS-Taufiqulbar.

Mas Kelana juga menambahkan bahwa terkait sampah memang sudah klasik dan banyak yang dikeluhkan masyarakat, terutama di perumahan yang masih banyak belum disediakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Itu nanti akan kami tangani dan tata secara baik, pemerintah bersama-sama dengan masyarakat,” ucap Mas Kelana.

Dalam debat publik berlangsung, paslon Kelana-Astutik terlihat lebih santai. Publik menilai visi dan misi paslon nomor 3 yaitu Sidoarjo Makmur dalam segi sosial, ekonomi dan infrastruktur lebih tepat dan unggul dengan kondisi Kabupaten Sidoarjo saat ini. (AF)

Kategori
BERITA

Program Nomor 9 Kelana-Astutik, Jawab Tuduhan BHS-Taufiqulbar Soal Sampah

SIDOARJO – Pertanyaan pasangan calon (paslon) nomor urut 1 BHS-Taufiqulbar kepada paslon nomor 3, Kelana-Dwi Astutik tidak ada program soal sampah langsung dipatahkan. Dwi Astutik membantah tudingan tersebut.

“Bicara soal sampah berati bicara soal limbah,” ucap Dwi Astutik. Ia melanjutkan, jika yang paslon 1 menganggap paslon nomor 3 tidak punya program tersebut adalah salah.

“Kami ada program nomor 9 yaitu membangun Kabuoaten Sidoarjo menjadi layak huni dan layak usaha,” jawab Bunda Astutik yang langsung membungkam pertanyaan BHS-Taufiqulbar.

Mas Kelana menambahkan bahwa terkait sampah memang sudah klasik dan banyak yang dikeluhkan masyarakat, terutama di perumahan yang masih banyak belum disediakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Itu nanti akan kami tangani dan tata secara baik, pemerintah bersama-sama dengan masyarakat,” ucapnya.

Dalam debat publik berlangsung, paslon Kelana-Astutik terlihat lebih santai dan menyapa semua pihak ketika menyampaikan visi dan misi dalam debat yang dipandu dua host Helmi Kahaf dan Emi Faizza yang digelar secara live stasiun JTV.

Mas Kelana juga menyampaikan secara santai dan tenang visi dan misi paslon nomor 3 itu.

Bahkan, dari ketiga calon hanya Mas Kelana yang menyampaikan penghormatan kepada Ketua KPUD Sidoarjo dan Bawaslu Sidoarjo beserta jajarannya.

Mas Kelana juga sempat menyampaikan hormat kepada dua rivalnya tersebut.

Publik menilai visi dan misi paslon nomor 3 yaitu Sidoarjo Makmur dalam segi sosial, ekonomi dan infrastruktur lebih tepat dan unggul dengan kondisi Kabupaten Sidoarjo saat ini. (AF)

Kategori
BERITA

Paslon Kelana-Dwi Astutik Dinilai Publik Lebih Tenang dan Santai Dibanding Calon Lain

SIDOARJO – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) terlihat lebih santai dan menyapa semua pihak ketika menyampaikan visi dan misi dalam debat yang dipandu dua host Helmi Kahaf dan Emi Faizza yang digelar secara live stasiun JTV.

Mas Kelana menyampaikan secara santai dan tenang visi dan misi paslon nomor 3 itu. Bahkan, dari ketiga calon hanya Mas Kelana yang menyampaikan penghormatan kepada Ketua KPUD Sidoarjo dan Bawaslu Sidoarjo beserta jajarannya.

Mas Kelana juga sempat menyampaikan hormat kepada dua rivalnya tersebut.

Mas Kelana mengatakan bahwa pandemi covid-19 belum selesai. Kondisi itu sangat berbahaya, bahkan ia juga menyampaikan duka mendalam karena harus kehilangan putra terbaik Sidoarjo yaitu Plt Bupati Sidoarjo Almarhum Nur Achmad Syaifudin.

Meski demikian, Kelana mengatakan memiliki visi dan misi Sidoarjo Makmur dalam segi sosial, ekonomi dan infrastruktur.

Hal itu yang telah dituangkan dalam 9 program prioritas.

Sementara, masyarakat menilai dari ketiga paslon terlihat Kelana-Dwi Astutik lebih tenang, santai dan siap menghadapi debat pertama kali ini.

“Kalau kami lihat, Pak Kelana dan Bu Dwi yang siap dalam debat ini,” kata Muchlis, salah satu masyarakat Kelurahan Magersari, Sidoarjo yang menyaksikan debat lewat siaran langsung.

Senada dengan Muchlis, Syafiudin Dwi Listyanto warga Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu menilai, pasangan Kelana-Dwi Astutik yang kompak menjawab sejumlah pertanyaan debat.

Bukan hanya itu, menurut Mantan Ajudan Kastkornas Banser ini, paslon nomor urut 3 juga proposional menjawab pertanyaan debat.

“Semua orang bisa lihat bahwa yang siap debat kali ini hanya paslon nomor 3. Dan semua dijawab dengan tepat,” puji Syafiudin. (AF)

Kategori
BERITA

Datangi Lokasi Debat, Mas Kelana dan Bunda Astutik Diantar para Pendukung tapi Tetap Tetapkan Prokes

SIDOARJO – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) mendatangi lokasi debat yang diselenggarakan KPUD Sidoarjo di Gedung JTV Jalan A Yani Surabaya, Selasa (3/11/2020).

Duet paslon berkelas itu diantar para pendukung.

“Semua pendukung yang mengantar tetap menerapkan protokol kesehatan. Tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun atau memakai hand sanitizer,” ucap Haji Masnuh, Ketua Umum Tim Pemenangan Kelana-Dwi Astutik.

Mas Kelana hadir memakai baju putih dengan kopiah hitam.

Sedangkan Bunda Astutik memakai baju putih berkerudung hijau.

Keduanya telah siap menyampaikan debat dengan tema meningkatkan ke kejahtetaan masyarakat melalui pelayanan kepada masyarakat’.

Acara debat kali ini, juga disiarkan langsung melalui JTV dengan dipandu dua host Helmi Kahaf dan Emi Faizza. (AF)

Kategori
BERITA

Mas Kelana dan Bunda Astutik Siap Sediakan Lapangan Kerja Sesuai Kebutuhan Masyarakat Sidoarjo

SIDOARJO – Niat Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) menjadikan Kabupaten Sidoarjo Makmur dalam aspek ekonomi, sosial dan infrastruktur dan sejumlah aspek lainnya tak perlu diragukan lagi.

Hal itu dibuktikan dengan 9 program unggulan yang telah disiapkan dan siap direalisasikan bila nanti diberi amanah memimpin Sidoarjo.

Sembilan program tersebut tentunya menyangkut semua aspek dan memihak kepada semua elemen masyarakat Kabupaten Sidoarjo.

Bahkan, duet paslon yang berlatar belakang pengusaha sukses dan pendidik profesional itu sangat konsen terkait menyedikan lapangan kerja yang dimasukan dalam program unggulan nomor 7, yaitu ‘menyediakan lapangan kerja yang layak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sidoarjo’.

Komitmen menyediakan lapangan kerja yang layak itu dibuktikan Mas Kelana dan Bunda Astutik dalam setiap pertemuan, menggelar dialog maupun masukan dengan semua elemen masyarakat Sidoarjo, mulai pedagang pasar, nelayan, pelaku UMKM, petani tambak bahkan sejumlah pengusaha di Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Mas Kelana, peningkatan dan pemerataan ekonomi akan menjadi prioritas dirinya bersama Dwi Astutik. Program ekonomi kerakyatan dengan menggandeng para pelaku UMKM diyakini akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru.

“Kita sudah programkan sistim digital marketing yang akan dikoneksikan dengan UMKM. Diharapkan dengan program ini para pelaku UMKM bisa menjadi manager atas usahanya dan akan membuka lapangan kerja baru yang layak dengan kebutuhan masyarakat Sidoarjo,” jelas Mas Kelana.

Selain itu, pelatihan kerja dan kewirausahaan juga akan dibuka seluas-luasnya, terutama bagi kaum milenial benar-benar didorong menjadi seorang wirausaha yang nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Begitupun dengan kerjasama antara pelaku UMKM dengan sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Sidoarjo yang berkesinambungan. Hal itu akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Sidoarjo.

Bukan hanya itu, pasangan Berkelas itu juga memikirkan nasib bagi kaum difable agar mendapat hak yang sama mendapat lapangan kerja yang layak.

“Kami akan siapkan dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang mendukung skill mereka hingga siap kerja,” jelasnya.

Kelana berharap bila nanti terpilih akan hadir untuk semua lapisan masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Ia juga siap menerima masukan dan kritikan semua elemen masyarakat Sidoarjo untuk mewujudkan Sidoarjo Makmur.

“Jadi jangan salah pilih. Ingin Sidoarjo Makmur pilih nomor 3, Kelana-Dwi Astutik. Tolong seruhkan juga, dari ketiga calon Pilkada Sidoarjo 2020 hanya nomor 3 yang memiliki keterwakilan calon dari perempuan. Coblos yang ada perempuannya,” pinta Mas Kelana.

Kategori
BERITA

Ini Harapan Pelaku UMKM, Nelayan & Petani Tambak Udang Kepada Mas Kelana dan Bunda Astutik

SIDOARJO – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), para Nelayan dan Petani Tambak Udang di Kabupaten Sidoarjo menaruh harapan besar kepada calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik), untuk memperhatikan nasib mereka.

Harap besar agar nasib mereka diperhatikan tersebut disampaikan langsung dari keterwakilan pelaku UMKM, nelayan dan petani tambak udang ketika berdialog langsung dengan Mas Kelana yang digelar di wilayah Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Sabtu (31/10/2020).

Dalam dialog tersebut, mereka mendoakan agar duet paslon berlatar belakang pengusaha sukses dan pendidik profesional itu bisa memimpin Sidoarjo pada 2020-2024.

“Kami berdoa agar Pak Kelana dan Bunda Astutik terpilih dan memimpin Kabupaten Sidoarjo,” ucap Achmad Hadi Yanto salah satu pelaku UMKM, yang diamini sekitar 25 keterwakilan dari pelaku UMKM, nelayan dan petani tambak udangm

Menurut Hadi, hanya pasangan Mas Kelana dan Bunda Astutik yang mau mendengarkan keluhan selama ini yang dialami. Hadi yakin, hanya paslon nomor 3 dari ketiga paslon Pilkada Sidoarjo 2020 yang akan mewujudkan keluhannya itu.

Keluahan mereka saat bedialog tersebut memang cukup komplek, apalagi di tengah kondisi pandemi saat ini roda perekonomian cukup seret. Keluhan pelaku UMKM, nelayan dan petani tambak udang yang disampaikan hampir sama.

Mulai dari pendapatan yang turun drastis di tengah wabah covid-19 saat ini. Kemudian soal minimnya bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah setempat. Belum lagi, bagi pelaku UMKM kesulitan memasarkan barang produknya.

Begitupun dengan nelayan yang saat ini sulit tangkapan. Bahkan, bagi petani tambak udang yang hampir punah maupun merugi karena kurang suport dari pemerintah, padahal Kabupaten Sidoarjo bersimbol udang dan bandeng.

Selain keluhan itu, meraka juga meminta jika nanti Mas Kelana dan Bunda Astutik terpilih agar pendidikan bagi anak nelayan dan petani udang juga diperhatikan, termasuk infrastruktur yang ada di pelosok maupun pesisir Sidoarjo.

Keluhan yang disampaikan tersebut ditangkap betul oleh Kelana dan dicatat oleh tim yang mendampinginya. Kelana menyatakan sangat senang bisa bertemu dan berdialog dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan para pelaku UMKM, nelayan dan petani tambak udang.

“Pertemuan ini, semua keluhan yang bapak dan ibu sampaikan kami catat dengan baik. Insya Allah, semua keluhan dan masukan itu akan kami realisasikan, akan kami tindak lanjuti. Mohon doanya dan ajak semua untuk memilih nomor 3,” ungkap Mas Kelana.

Mas Kelana juga menyatakan, bahwa dirinya bersama Bunda Astuik benar-benar ingin memgabdi untuk mewujudkan Kabupaten Sidoarjo Makmur.

“Makmur dalam ekonomi, makmur dalam sosial dan makmur dalam infrastruktur,” jelasnya.

Bukan hanya itu, apa yang dikeluhkan pelaku UMKM, nelayan dan petani udang sudah disiapkan dalam 9 program prioritas unggulan yang memihak kepada semua lapisan masyarakat, khususnya masyarakat kecil.

Ia meminta agar 9 program tersebut terus disosialisasikan kepada semua elemen masyarakat agar pada 9 Desember 2020 masyarakat tidak salah pilih.

“Pilih nomor 3, Kelana-Dwi Astutik. Tolong seruhkan juga, dari ketiga calon Pilkada Sidoarjo 2020 hanya nomor 3 yang memiliki keterwakilan calon dari perempuan. Coblos yang ada perempuannya,” pinta Mas Kelana. (AF)

Kategori
BERITA

PKL Sidoarjo Meminta Kepada Kelana-Astutik Menjamin Kelangsungan Usahanya

SIDOARJO – Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Sidoarjo bersilaturahmi dengan Cabup Sidoarjo, Kelana Aprilianto untuk menyamakan visi dan merapatkan barisan dalam pemenangan pasangan nomor urut 3 Kelana-Astutik, di Kelurahan Lemah Putro, Kecamatan Sidoarjo, Sabtu (31/10/2020).

Ketua Paguyuban PKL Sidoarjo Sumi Harsono menyatakan, PKL di Sidoarjo berjumlah 6.300 orang yang tersebar di seluruh wilayah di Kota Delta berharap banyak kepada pasangan Kelana-Astutik untuk kelangsungan usahanya.

“Untuk mewujudkan impian tersebut, kita PKL Sidoarjo secara bulat bertekat memenangkan pasangan nomor urut 3 Kelana-Astutik,” ucap Sumi.

Menurutnya, perlakuan terhadap para PKL selama ini masih kurang adil dan penataannya terkesan kurang serius.

Sejatinya para PKL merupakan pelaku UMKM yang masih bisa bertahan ditengah pandemi seperti saat ini. Sumi menambahkan bahwa PKL Sidoarjo ingin menjadi mitra sekaligus binaan pemerintah, dan turut berpartisipasi menjadikan Sidoarjo lebih maju.

“Kita ingin ada penataan yang bagus serta pemberdayaan para pedagang oleh pemerintah, bukan malah digusur,” imbuh Sumi.

Hal senada disampaikan Ketua Forum Koordinator PKL Sidoarjo, M Samsul. Para PKL dalam mengais rejeki selalu merasa was-was dan takut digusur karena kebijakan pemerintah kadang berseberangan dengan naluri para PKL.

“Kepada Pak Kelana, bila menjadi Bupati nanti, kita ingin ada komunikasi yang baik sehingga permasalahan PKL bisa ada solusi terbaik,” ucapnya.

Sementara itu Cabup Kelana Aprilianto, mengapresiasi semangat dan dukungan luar biasa yang diberikan Paguyuban PKL kepada pasangan Kelana-Astutik.

“Keberadaan para PKL masuk dalam program penguatan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM yang diusung Kelana-Astutik,” tutur Kelana.

Ditegaskan Kelana, bila diamanahi menjadi kepala daerah, dirinya bersama anggota dewan akan mencarikan solusi terbaik bagi PKL. Termasuk memberikan jaminan kelangsungan usahanya, dan akan mensuport para PKL dalam mencari akses permodalan.

“Para PKL akan diberikan tempat yang representatif dengan penataan yang disesuaikan dengan tata kota. Sehingga keberadaanya sekaligus menjadi destinasi wisata,” terang Kelana.

Pembinaan PKL telah masuk dalam program yang diusung oleh Kelana-Astutik. Karena itu pihaknya meminta kepada para PKL untuk mengajak seluruh anggota keluarga dan kerabatnya, pada tanggal 9 Desember nanti datang ke TPS untuk memilih calon Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik. (*)

Kategori
BERITA

Kualitas Kesehatan Masyarakat jadi Prioritas dalam Program Unggulan Paslon Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik

SIDOARJO – Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik juga sangat konsen terkait urusan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Hal itu dibuktikan dalam program unggulan ketiga terkait ‘Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat’.

Lalu bagaimana caranya ??? duet pasangan yang diusung koalisi PDIP-PAN itu sudah mengkonsep penyediaan layanan kesehatan sampai tingkat kelurahan dan desa. Ketersediaan layanan tersebut merupakan fasilitas puskesmas pembantu (pustu) yang sudah ada di tiap desa dan kelurahan.

Hanya saja, fasilitas puskesmas pembantu tersebut masih kurang optimal. Mas Kelana menyatakan, pustu di setiap desa dan kelurahan itu akan didorong bahkan digelontorkan anggaran yang cukup agar pelayanan kesehatan masyarakat di kelurahan dan desa semua terpenuhi.

“Agar semua elemen masyarakat bisa menjangkau pelayanan kesehatan cukup di tingkat desa dan kelurahan, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu,” harapnya.

Selain itu, untuk menunjang pelayanan ditingkat kelurahan dan desa se-Sidoarjo, Mas Kelana dan Bunda Astutik juga akan menyediakan ambulan gratis untuk setiap kelurahan dan desa.

Hal itu untuk menunjang pelayanan kesehatan bila sewaktu-waktu masyarakat dalam keadaan insidentil, misalnya mau melahirkan atau berobat ke rumah sakit dalam keadaan terdesak memerlukan mobil ambulance.

“Jadi tidak sampai harus mencari atau menunggu lama bila membutuhkan mobil ambulance. Bila tiap kelurahan dan desa punya sendiri semakin cepat tertangani, apalagi mobil ambulance itu sangat membantu bagi masyarakat yang tinggal di pelosok desa di Kabupaten Sidoarjo,” jelas Mas Kelana.

Selain pengkatan pelayanan dan menyediakan mobil ambulance di tiap kelurahan dan desa, paslon nomor urut 3 tersebut juga memperhatikan peningkatan peran posyandu balita dan manula di Kabupaten Sidoarjo. Sebab, melalui peningkatan posyandu akan menjamin kesehatan bagi balita dan manula yang diketahui kesehatannya terdata secara berkala.

Program unggulan ketiga Kelana Aprilianto-Dwi Astutik tersebut merupakan bagian lanjutan program kedua yang telah disiapkan memihak kepada masyarakat untuk ‘melindungi warga miskin dan anak terlantar’ melalui bantuan langsung tunai, BPJS Kesehatan gratis, gratis belajar 12 tahun serta menyediakan mata pencarian yang layak dan berkelanjutan. (***)

Kategori
BERITA

Mas Kelana Ajak Jaga Kerukunan dan Stop Kampanye SARA di Momen Maulid Nabi Muhammad SAW

SIDOARJO – Duet Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) semua pendukungnya dan semua elemen masyarakat pada peringatan kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ajang untuk menjalin dan memperkuat hubungan silahturahmi antar sesama.

“Kami meminta agar silaturahmi antar sesama semakin dipererat, apalagi Kabupaten Sidoarjo mau menghadapi Pilkada,” ucap Mas Kelana ketika memperingati acara Maulid Nabi Muhammad SAW bersama para kiai, tokoh masyarakat, pendukung dan relawan yang digelar di Desa Bohar, Kecamatan Gedangan, Kamis (29/10/2020).

Bukan hanya itu, Mas Kelana juga berpesan agar semua pihak untuk tetap menjaga persatuan, meskipun pada momentum Pilkada ini berbeda pilihan.

“Ini bertujuan agar pilkada bisa berjalan damai,” pesannya.

Selain itu, cabup yang berlatar belakang pengusaha sukses itu juga menghimbau kepada semua pendukung dan relawannya agar tidak melakukan kampanye hitam (black campign) apalagi sampai menggunakan isu SARA.

“Kami tidak ingin itu dilakukan pendukung maupun relawan kami,” pintanya. Justru, lanjut Mas Kelana, pihaknya meminta agar semua pendukung dan relawan terus mengampanyekan program yang diusung paslon nomor 3.

“Program yang menjadikan Sidoarjo Makmur dalam segi Ekonomi, Sosial dan Infrastruktur,” katanya.

Begitupun, sambung dia, dengan 9 program unggulan Kelana-Dwi Astutik yang memihak kepada masyarakat.

Mas Kelana meminta agar 9 program tersebut terus disosialisasikan kepada semua elemen masyarakat agar pada 9 Desember 2020 masyarakat tidak salah pilih.

“Pilih nomor 3, Kelana-Dwi Astutik. Tolong seruhkan juga, dari ketiga calon Pilkada Sidoarjo 2020 hanya nomor 3 yang memiliki keterwakilan calon dari perempuan. Coblos yang ada perempuannya,” pintanya. (AF)

Kategori
BERITA

Berdiskusi Dengan Pegiat Sosial, Mas Kelana Komitmen Entaskan Kemiskinan

SIDOARJO – Komitmen Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, H Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) untuk membangun dan mewujudkan Kabupaten Sidoarjo makmur memang tak perlu diragukan lagi.

Sebab, duet paslon dengan jargon Sidoarjo Berkelas (Bersama Kelana-Astutik) yang berlatar belakang pengusaha sukses dan tenaga pendidik profesional itu saat ini sudah mulai menunjukan bukti nyata kepada semua masyarakat Sidoarjo. Hal itu ditunjukan disetiap pertemuan dengan semua elemen masyarakat.

“Untuk memegang amanah, kami akan bekerja secara jujur, transparan dan betul-betul mengabdi untuk Sidoarjo makmur,” ucap Mas Kelana, ketika bertemu dengan pegiat sosial, di Desa Terung Kulon, Kecamatan Krian, Rabu (28/10/2020) malam.

Mas Kelana kembali menyatakan keinginannya dengan Bunda Astutik maju di Kabupaten Sidoarjo merupakan niat yang bulat dan ingin betul-betul mengabdi, berkeinginan mengelola Kabupaten Sidoarjo secara transparan.

“Dan hasilnya bisa dinikmati langsung masyarakat Sidoarjo,” ungkapnya ketika didampingi Gus Muin, adik kandung dari KH Agus Ali Mashuri (Gus Ali).

Bukan hanya itu, Kelana-Astutik yang merupakan duet pasangan religius-nasionalis itu juga siap menerima masukan apapun dan dari semua elemen masyarakat untuk kemajuan Sidoarjo.

Kelana – Astutik merupakan paslon yang klop. Sebab, dari ketiga calon Pilkada Sidoarjo 2020 hanya nomor 3 yang memiliki keterwakilan calon dari perempuan. Selian itu, program untuk mewujudkan Sidoarjo makmur dalam segi ekonomi sosial dan infrastruktur juga telah disiapkan.

Begitupun dengan 9 program unggulan Kelana-Dwi Astutik yang memihak kepada masyarakat. Kesembilan program itu yaitu :

  1. Stop covid-19 dan percepatan pemulihan ekonomi akibat covid-19.
  2. Melindungi warga miskin dan anak terlantar melalui bantuan langsung tunai, BPJS Kesehatan gratis, gratis belajar 12 tahun, serta menyediakan mata pencaharian yang layak dan berkelanjutan.
  3. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyediaan layanan kesehatan sampai tingkat desa, dan ambulan gratis untuk setiap desa dan peningkatan peran posyandu untuk balita dan manula.
  4. Perbaikan kualitas pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer, ustadz dan guru TK/PAUD.
  5. Pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak dan manula.
  6. Mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan kesetaraan gender.
  7. Menyediakan lapangan kerja yang ayak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sidoarjo.
  8. Penguatan UMKM dan mendorong tumbuh kembangnya wirausaha baru.
  9. Membangun Sidoarjo menjadi daerah layak huni dan layak usaha.

Mas Kelana juga menambahkan bila ditakdirkan memimpin Kabupaten Sidoarjo akan akan bekerja secara serius, dengan sungguh-sungguh agar kemiskinan diselesaikan di Sidoarjo.

“Dan ini menjadi harapan warga Sidoarjo,” sebutnya yang meminta semua masyarakat agar 9 Desember nanti tidak ragu untuk memilih nomor 3 Kelana Aprilianto-Dwi Astutik. (AF)

Kategori
BERITA

Bunda Astutik Disambati Banyak Keluhan dari Pedagang Ikan dan Nelayan

SIDOARJO – Calon Wakil Bupati nomor urut 3, Hj Dwi Astutik (Bunda Astutik) terus turun ke lapangan untuk mendengar langsung aspirasi dan keluhan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.

Kali ini, pendamping Cabup Kelana Aprilianto (Mas Kelana) itu turun menyapa pedagang dan para nelayan yang ada di dua Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati dan Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru.

Berada di dua lokasi tersebut, Bunda Astutik dengan sabar mendengar keluhan dari para pedagang mulai kurang laku. Kemudian mendengar keluhan para nelayan mulai terkait sama sekali tidak ada bantuan dari pemerintah.

“Sama sekali tidak ada bantuan dari pemerintah kepada nelayan di sini,” keluh Ahmad Baibaqi salah satu nelayan yang menyebutkan bahwa kelompok nelayan membutuhkan bantuan jaring ikan, memfungsikan lagi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan wisata hiburan air.

Bukan hanya itu, ia juga mengeluhkan kumuhnya kondisi lingkungan itu dan juga mengingingkan agar pendidikan bagi anak nelayan yabg wilayah pesirir diperhatikan.

“Tolong Bu, terutama guru ngaji diperhatikan. Kasian mereka sebulan biasanya hanya mendapat honor Rp 80 ribu,” pintanya.

Keluhan tersebut langsung direspon Bunda Astutik satu persatu. Terkait keluhan pedagang bahwa pihaknya memiki progaram untuk membantu mempromosikan lewat digital marketing. Bahkan, sambung dia, melalu digital merketing itu akan membuka lapangan pekerjaan.

“Semua produk-produk nanti bisa dijual lewat digital marketing, karena saat ini sudah era 4.0,” jelas Bunda Astutik.

Sementara, keluhan dari para nelayan tersebut juga diperhatikan dan akan direalisasikan bila nanti dirinya bersama Kelana Aprilianto menjabat Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

“Semua sudah dicatat dama tim saya. Nanti semua yang dikeluhkan itu akan kami realisasikan,” ungkapnya.

Selain itu, Bunda Astutik juga meminta agar para nelayan beserta masyarakat ikut menjaga sungai dari sampah yang kumuh.

“Kabersihan sungai ini harus dijaga betul agar nelayan mendapatkan ikan yang sehat,” jelasnya seraya menyatakan bahwa putra putri nelayan harus mendapatkan pendidikan yang merata.

Meski demikian, penjelasan tersebut melegakan para pedagang dan nelayan. Mereka menyatakan dukungan dan mencoblos pasangan nomor 3 agar memimpin Sidoarjo kedepan.

“Baru Ibu saja calon pemimpin yang turun ke sini melihat kondisi wilayah sini dan mau berdialog dengan masyarakat,” puji salah satu nelayan yang diamini nelayan lain. (**)

Kategori
BERITA

Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik Siap Perjuangkan Pembangunan SMA Negeri di Setiap Kecamatan

SIDOARJO – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) sangat konsen dalam dunia pendidikan. Hal tersebut menjadi komitmen paslon Berkelas (Bersama Kelana-Astutik) dalam sembilan program untuk sidoarjo lebih makmur.

Mas Kelana berjanji akan mengupayakan berdirinya Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

“Saya bersama Bunda Astutik akan upayakan semaksimal mungkin mewujudkan SMA Negeri di tiap kecamatan di Kabupaten Sidoarjo,” ucap Kelana, ketika menghadiri konsolidasi internal partai PDIP mulai tingkat DPC, PAC, dan Ranting di Desa Sambung Rejo, Kecamatan Sukodono, Selasa (27/10/2020) malam.

Janji Mas Kelana itu bukan hanya isapan jempol, sebab sebagai pengusaha yang memiliki wawasan luas dan jaringan birokrat di Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Pusat itu akan mengupayakan semaksimal mungkin terwujudnya sekolah tersebut.

Apalagi, fakta di Kabupaten Sidoarjo tidak semua kecamatan terdapat pendidikan SMA Negeri. “Di Kecamatan Sukodono saja tidak ada. Belum di kecamatan lain,” jelasnya dalam acara yang juga dihadiri tokoh PDIP Bambang DH dan Sekretaris DPC PDIP Sidoarjo Samsul Hadi.

Meski kewenangan SMA di provinsi, namun Kelana optimis semua itu bakal bisa direalisasikan dengan kordinasi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Apalagi, untuk mewujudkan itu juga mendapat dukungan dari masyarakat di tiap kecamatan yang menginginkan pendidikan gratis hingga SMA.

Sebab, saat ini hanya ada 12 SMA Negeri di Sidoarjo. Padahal daerah ini punya 18 kecamatan dengan 322 desa.

“Hak setiap anak mengeyam pendidikan hingga SMA hak mutlak yang harus dituntaskan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin mewujudkan adanya SMA Negeri di tiap kecamatan. Mohon doa dan dukungannya,” harapnya. (AF).