Kategori
BERITA PILKADA SIDOARJO

Bertemu Bunda Astutik, Pengemudi Ojol Gojek Minta Nasib Mereka Diperhatikan

SIDOARJO – Pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Sidoarjo sangat berharap dan mendoakan agar pasangan calon (paslon) nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) memimpin Kabupaten Sidoarjo.

Harapan itu disampaikan, karena duet paslon berlatar belakang pengusaha sukses dan pendidik profesional itulah yang bisa mendengar keluhan dan curhat mereka.

“Kami rasa beliau berdua yang bisa menampung keluhan dan curhatan kami,” ucap salah satu pengemudi ojek online dari Gojek ketika bertemu dengan Bunda Astutik, Jum’at (13/11/2020). Saat bertemu itulah, mereka juga curhat mulai masalah orderan sepi di tengah pandemi covid-19. Hal itu berimbas pada penghasilan mereka untuk kebutuhan hidup.

“Orderan saat ini semakin sepi. Kami berharap Pak Kelana dan Bunda Astutik nanti terpilih dan bisa membuka peluang usaha baru. Bisa mensejaterahkan masyarakat, khusus lewat bantuan sosial dan pendidikan,” harapnya.

Dukungan, harapan dan keluhan tersebut didengarkan serius Bunda Astutik ketika bertatap muka dengan para pengemudi ojol tersebut.

Bunda Astutik menegaskan bahwa dirinya bersama Mas Kelana berkomitmen menjadikan Kabupaten Sidoarjo Makmur dalam aspek ekonomi, sosial dan infrastruktur dan sejumlah aspek lainnya.

Hal itu, sambung dia, dibuktikan dengan 9 program unggulan yang telah disiapkan dan siap direalisasikan bila nanti diberi amanah memimpin Sidoarjo.

Ia menuturkan, sembilan program tersebut tentunya menyangkut semua aspek dan memihak kepada semua elemen masyarakat Kabupaten Sidoarjo. 

“Kami juga sangat konsen terkait menyedikan lapangan kerja yang dimasukan dalam program unggulan nomor 7, yaitu ‘menyediakan lapangan kerja yang layak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sidoarjo’,” sebutnya.

Komitmen menyiapkan lapangan kerja yang layak itu dibuktikan Mas Kelana dan Bunda Astutik dalam setiap pertemuan, menggelar dialog maupun masukan dengan semua elemen masyarakat Sidoarjo, mulai pedagang pasar, nelayan, pelaku UMKM, petani tambak bahkan sejumlah pengusaha di Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Bunda Astutik, peningkatan dan pemerataan ekonomi akan menjadi prioritas dirinya bersama Pak Kelana. Program ekonomi kerakyatan dengan menggandeng para pelaku UMKM diyakini akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru.

“Kita sudah programkan sistim digital marketing yang akan dikoneksikan dengan UMKM. Diharapkan dengan program ini para pelaku UMKM bisa menjadi manager atas usahanya dan akan membuka lapangan kerja baru yang layak dengan kebutuhan masyarakat Sidoarjo,” jelas tokoh Muslimat NU itu.

Selain itu, pelatihan kerja dan kewirausahaan juga akan dibuka seluas-luasnya, terutama bagi kaum milenial benar-benar didorong menjadi seorang wirausaha yang nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Begitupun dengan kerjasama antara pelaku UMKM dengan sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Sidoarjo yang berkesinambungan. Hal itu akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Sidoarjo.

Tak hanya itu, pasangan Berkelas itu juga memikirkan nasib bagi kaum difable agar mendapat hak yang sama mendapat lapangan kerja yang layak.

“Kami akan siapkan dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang mendukung skill mereka hingga siap kerja,” ulasnya.

Dirinya berharap, jika nanti terpilih akan hadir untuk semua lapisan masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Ia juga siap menerima masukan dan kritikan semua elemen masyarakat Sidoarjo untuk mewujudkan Sidoarjo Makmur.

“Jadi jangan salah pilih. Ingin Sidoarjo Makmur pilih nomor 3, Kelana-Dwi Astutik. Tolong seruhkan juga, dari ketiga calon Pilkada Sidoarjo 2020 hanya nomor 3 yang memiliki keterwakilan calon dari perempuan. Coblos yang ada perempuannya,” pinta perempuan bergelar doktor itu. (AF)

Kategori
PILKADA SIDOARJO

Elektabilitas Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo

Ir. H. Bambang Haryo Soekartono – H. Mohammad Taufiqulbar, S.Si, M.Si
35%
Ahmad Muhdlor Ali – Subandi
28%
H. Kelana Aprilianto, SE – DR. Dwi Astutik, SAg, MSi
37%

Kategori
BERITA

Pemuda Pancasila Sidoarjo Siap Amankan Suara Kelana-Dwi Astutik di Setiap TPS

SIDOARJO – Pengurus dan kader Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sidoarjo totalitas memenangkan duet pasangan calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik di Pilkada Sidoarjo 2020.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo Mursidi menyatakan bahwa pemuda pancasila yang memiliki basis masa sangat banyak akan diterjunkan mulai tingkat kecamatan hingga di tingkat desa.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya akan menempatkan para kader PP hingga tingkat TPS untuk mengamankan suara paslon Kelana-Dwi Astutik untuk menduduki kursi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

“Apalagi PP (Pemuda Pancasila) mendukung bupati yang merupakan Kader Pemuda Pancasila. Maka, nanti setiap TPS akan ada kader PP untuk mengamankan suara Pak Kelana dan Bu Dwi,” tegas Mursidi, Sabtu (7/11/2020).

Bagi pemuda pancasila, Mursidi menegaskan bahwa sosok Kelana Aprilianto bukanlah hal yang asing. Apalagi, Kelana merupakan kader pemuda pancasila yang track recordnya jelas dan sosok yang low profil.

“Pak Kelana ini orangnya low profil, gampang memafkan dan mengiklaskan. Beliau sosok karakter petarung tangguh, jadi tidak mau kendor semangatnya. Insya Allah dengan keyakinan kita bersama, Pak Kelana akan memimpin Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.

Kategori
BERITA

Lewat Digital Marketing Paslon Kelana-Astutik Dongkrak Penjualan Produk UMKM Sidoarjo

SIDOARJO – Konsep digital marketing atau pemasaran lewat digital sangat berpotensi mendongkrak penjualan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bahakan, lebih luas membuka lapangan kerja.

Konsep itulah yang diusung pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) agar perekonomian kerakyatan yaitu UMKM di Kabupaten Sidoarjo terus berkembang di era 4.0.

“Pemasaran akan kita bantu untuk menyiapkan sistemnya, untuk kita melakukan digital marketing. Itu nanti yang kita kuatkan,” ucap Bunda Astutik ketika bertemu dengan pelaku UMKM produk hasil olahan kupang di Kecamatan Candi, Jum’at (6/11/2020).

Penguatan konsep digital merketing yang disiapkan duet paslon berlatar belakang pengusaha sukses dan pendidik profesional itu bukan hanya menguntungkan UMKM, melainkan juga membuka lebar lapangan pekerjaan.

Dwi Astutik mengungkapkan bahwa pihaknya melibatkan semangat kaum milenial yang saat ini hampir semuanya memanfaatkan gadget android yang bisa direkrut untuk menjadi marketing, menjualkan produk unggulan UMKM Sidoarjo lewat online.

Tentunya, sambung dia, hal itu membuka lapangan pekerjaan baru bagi kalangan millennial. Belum lagi, lanjut dia, akan terbukanya lapangan pekerjaan baru bidang jasa kurir.

“Kita menguatkan ekonomi sidoarjo melalui UMKM yang dipasarkan lewat digital marketing. Tentunya secara otomatis lapangan pekerjaan akan terbuka,” jelasnya.

Selain lewat marketing, paslon Kelana-Astutik juga akan menguatkan produk unggulan UMKM disisi kualitas dan produksinya. Misalnya, konsep soal packing dan izin halal.

“Nanti akan kami ikhtiarkan juga mengenai hal itu agar semakin bagus dan mudah diterima dipasaran,” jelas Bunda Dwi Astutik yang berkomitmen mendorong pejabat menggunakan produk UMKM Sidoarjo dalam acara kedinasan Pemkab Sidoarjo. (AF)

Kategori
BERITA

Nelayan Kupang Keluhkan Masalah Sungai dan Jembatan kepada Bunda Astutik

SIDOARJO – Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) terus turun ke lokasi bertemu dengan semua elemen masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.

Kali ini, Bunda Astutik mendatangi nelayan kupang di Desa Balong Dowo, Kecamatan Candi, Jum’at (6/11/2020).

Bertemu dengan para nelayanan kupang, Bunda Astutik cukup kaget melihat potensi ekonomi pesisir Kabupaten Sidoarjo yang kurang digarap secara maksimal. Bunda Astutik diajak langsung para nelayan melihat kondisi sungai yang dangkal dan banyak eceng gondok.

“Endapan sungai dan eceng gondok ini menjadi penghalang akses nelayan menuju laut,” kata Kusaeni salah satu tokoh nelayan Desa Balong Dowo, ketika menujukan langsung kondisi sungai yang biasa menjadi akses nelayan kupang mencari penghasilan itu.

Selain itu, Kusaeni juga mengeluhkan tiga jembatan yang menghalagi perahu nelayan saat melintas di sungai saat kondisi air sungai sedang pasang. “Kalau sedang pasang perahu kami gak bisa lewat, bu,” jelasnya.

Hal itu, membuat nelayan kupang yang biasa mencari kupang melalui akses sungai tersebut membatalkan dan lebih baik mendatangkan kupang dari wilayah Kabupaten Gresik.

“Di sini kupang merah dan kupang putih banyak, bu. Namun, karena jalurnya seperti itu dan kebutuhan kupang putih tinggi, para nelayan di sini terpaksa harus mengambil kupang putih di Kabupaten Gresik. Sehari bisa dua truk,” ulasnya.

Keluhan terebut langsung direspons Bunda Astutik. Ia menyatakan potensi ekonomi bagi nelayan tersebut sanggat tinggi jika kendala-kendala seperti jembatan terlalu rendah, pendangkalan sungai dan ecek gondok teratasi.

“Nilai sisi penghasilan nelayan di sini seharungnya tinggi,” ungkap tokoh Muslimat NU itu.

Bunda Astutik berjanji, bila nanti diberi amanah bersama Mas Kelana memimpin Kabupaten Sidoarjo akan dibenahi.

“Itu nanti akan kami selesaikan,” ucap Bunda Astutik.

Bunda Astutik juga berjanji akan mengihtiyarkan keluhan dan kedala para nelayan kupang tersebut. Mulai pendangkalan sungai akan dikeruk, memanfaatkan eceng gondok untuk usaha kerajinan mulai tas maupun dompet dan mengupayakan jembatan akan dicarikan solusi agar tidak menjadikan akses jalannya nelayan terputus.

“Insya Allah, semua nanti kami ihtiyarkan jika kami diberi amanah memimpin Kabupaten Sidoarjo kedepan. Ini akan menjadikan nelayan kupang mendapatkan pendatan yang lebih dan mampu,” tandas Bunda Astutik. (AF)

Kategori
BERITA

Jawaban Muhdlor Gak Nyambung Dengan Pertanyaan Dwi Astutik

SIDOARJO – Pertanyaan Dwi Astutik, Cawabup nomor urut 3, kepada paslon nomor urut 2, Muhdlor-Subandi terkait amanat undang-undang 1945 bahwa nasib anak terlantar dipelihara oleh negara.

“Lalu bagaimana membreakdown bagi anak yang membutuhkan legalitas masuk sekolah,” tanya Dwi Astutik kepada paslon nomor 2, Muhdlor-Subandi.

Pertanyaan tersebut sekakan dijawab enteng oleh Muhdlor. Bahkan, dengan pedenya menjelaskan jika bukan hanya anak terlantar yang dipelihara, melainkan juga memberikan makan gratis bagi manula.

Bukan hanya itu, dengan pedenya Muhdlor juga mengklaim memperhatikan anak yatim, disabilitas dan panti asuhan.

“Anak terlantar diakomodir disana,” jawab Muhdlor dengan pede.

Dwi Astutik, Cawabup dari Cabup Kelana yang dipersilahkan host menangapi jawaban tersebut langsung tertawa dan menyatakan jika jawaban dengan pertanyaan itu tidak nyambung.

“Jawaban belum nyambung. Yang saya tanyakan bagiamana membreakdown bagi anak yang membutuhkan legalitas masuk sekolah,” ucap Dwi Astutik sambil tertawa.

Jawaban tersebut kemudian dijawab lagi oleh Muhdlor setelah pihak host kembali memberikan waktu. Muhdlor mengklaim jawaban yang diberikan awal itu sebenarnya berhubungan.

“Saya kira sama lewat dinsos dan dicarikan orang tua asuh. Bagaiamana, bla…bla..bla…,” jawabnya kembali yang ditambahi jawaban oleh Subandi.

Selain Muhdlor, pertanyaan paslon nomor urut 1 BHS-Taufiqulbar kepada paslon nomor 3 tidak ada program soal sampah juga langsung dipatahkan oleh Dwi Astutik.

“Bicara soal sampah berati bicara soal limbah,” ucap Dwi Astutik. Ia melanjutkan, jika yang paslon 1 menganggap paslon nomor 3 tidak punya program tersebut adalah salah.

“Kami ada program nomor 9 yaitu membangun Kabuoaten Sidoarjo menjadi layak huni dan layak usaha,” jawab Bunda Astutik yang langsung membungkam pertanyaan BHS-Taufiqulbar.

Mas Kelana juga menambahkan bahwa terkait sampah memang sudah klasik dan banyak yang dikeluhkan masyarakat, terutama di perumahan yang masih banyak belum disediakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Itu nanti akan kami tangani dan tata secara baik, pemerintah bersama-sama dengan masyarakat,” ucap Mas Kelana.

Dalam debat publik berlangsung, paslon Kelana-Astutik terlihat lebih santai. Publik menilai visi dan misi paslon nomor 3 yaitu Sidoarjo Makmur dalam segi sosial, ekonomi dan infrastruktur lebih tepat dan unggul dengan kondisi Kabupaten Sidoarjo saat ini. (AF)

Kategori
BERITA

Program Nomor 9 Kelana-Astutik, Jawab Tuduhan BHS-Taufiqulbar Soal Sampah

SIDOARJO – Pertanyaan pasangan calon (paslon) nomor urut 1 BHS-Taufiqulbar kepada paslon nomor 3, Kelana-Dwi Astutik tidak ada program soal sampah langsung dipatahkan. Dwi Astutik membantah tudingan tersebut.

“Bicara soal sampah berati bicara soal limbah,” ucap Dwi Astutik. Ia melanjutkan, jika yang paslon 1 menganggap paslon nomor 3 tidak punya program tersebut adalah salah.

“Kami ada program nomor 9 yaitu membangun Kabuoaten Sidoarjo menjadi layak huni dan layak usaha,” jawab Bunda Astutik yang langsung membungkam pertanyaan BHS-Taufiqulbar.

Mas Kelana menambahkan bahwa terkait sampah memang sudah klasik dan banyak yang dikeluhkan masyarakat, terutama di perumahan yang masih banyak belum disediakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Itu nanti akan kami tangani dan tata secara baik, pemerintah bersama-sama dengan masyarakat,” ucapnya.

Dalam debat publik berlangsung, paslon Kelana-Astutik terlihat lebih santai dan menyapa semua pihak ketika menyampaikan visi dan misi dalam debat yang dipandu dua host Helmi Kahaf dan Emi Faizza yang digelar secara live stasiun JTV.

Mas Kelana juga menyampaikan secara santai dan tenang visi dan misi paslon nomor 3 itu.

Bahkan, dari ketiga calon hanya Mas Kelana yang menyampaikan penghormatan kepada Ketua KPUD Sidoarjo dan Bawaslu Sidoarjo beserta jajarannya.

Mas Kelana juga sempat menyampaikan hormat kepada dua rivalnya tersebut.

Publik menilai visi dan misi paslon nomor 3 yaitu Sidoarjo Makmur dalam segi sosial, ekonomi dan infrastruktur lebih tepat dan unggul dengan kondisi Kabupaten Sidoarjo saat ini. (AF)

Kategori
BERITA

Paslon Kelana-Dwi Astutik Dinilai Publik Lebih Tenang dan Santai Dibanding Calon Lain

SIDOARJO – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) terlihat lebih santai dan menyapa semua pihak ketika menyampaikan visi dan misi dalam debat yang dipandu dua host Helmi Kahaf dan Emi Faizza yang digelar secara live stasiun JTV.

Mas Kelana menyampaikan secara santai dan tenang visi dan misi paslon nomor 3 itu. Bahkan, dari ketiga calon hanya Mas Kelana yang menyampaikan penghormatan kepada Ketua KPUD Sidoarjo dan Bawaslu Sidoarjo beserta jajarannya.

Mas Kelana juga sempat menyampaikan hormat kepada dua rivalnya tersebut.

Mas Kelana mengatakan bahwa pandemi covid-19 belum selesai. Kondisi itu sangat berbahaya, bahkan ia juga menyampaikan duka mendalam karena harus kehilangan putra terbaik Sidoarjo yaitu Plt Bupati Sidoarjo Almarhum Nur Achmad Syaifudin.

Meski demikian, Kelana mengatakan memiliki visi dan misi Sidoarjo Makmur dalam segi sosial, ekonomi dan infrastruktur.

Hal itu yang telah dituangkan dalam 9 program prioritas.

Sementara, masyarakat menilai dari ketiga paslon terlihat Kelana-Dwi Astutik lebih tenang, santai dan siap menghadapi debat pertama kali ini.

“Kalau kami lihat, Pak Kelana dan Bu Dwi yang siap dalam debat ini,” kata Muchlis, salah satu masyarakat Kelurahan Magersari, Sidoarjo yang menyaksikan debat lewat siaran langsung.

Senada dengan Muchlis, Syafiudin Dwi Listyanto warga Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu menilai, pasangan Kelana-Dwi Astutik yang kompak menjawab sejumlah pertanyaan debat.

Bukan hanya itu, menurut Mantan Ajudan Kastkornas Banser ini, paslon nomor urut 3 juga proposional menjawab pertanyaan debat.

“Semua orang bisa lihat bahwa yang siap debat kali ini hanya paslon nomor 3. Dan semua dijawab dengan tepat,” puji Syafiudin. (AF)

Kategori
BERITA

Datangi Lokasi Debat, Mas Kelana dan Bunda Astutik Diantar para Pendukung tapi Tetap Tetapkan Prokes

SIDOARJO – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) mendatangi lokasi debat yang diselenggarakan KPUD Sidoarjo di Gedung JTV Jalan A Yani Surabaya, Selasa (3/11/2020).

Duet paslon berkelas itu diantar para pendukung.

“Semua pendukung yang mengantar tetap menerapkan protokol kesehatan. Tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun atau memakai hand sanitizer,” ucap Haji Masnuh, Ketua Umum Tim Pemenangan Kelana-Dwi Astutik.

Mas Kelana hadir memakai baju putih dengan kopiah hitam.

Sedangkan Bunda Astutik memakai baju putih berkerudung hijau.

Keduanya telah siap menyampaikan debat dengan tema meningkatkan ke kejahtetaan masyarakat melalui pelayanan kepada masyarakat’.

Acara debat kali ini, juga disiarkan langsung melalui JTV dengan dipandu dua host Helmi Kahaf dan Emi Faizza. (AF)

Kategori
BERITA

Mas Kelana dan Bunda Astutik Siap Sediakan Lapangan Kerja Sesuai Kebutuhan Masyarakat Sidoarjo

SIDOARJO – Niat Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 3, Kelana Aprilianto (Mas Kelana) dan Dwi Astutik (Bunda Astutik) menjadikan Kabupaten Sidoarjo Makmur dalam aspek ekonomi, sosial dan infrastruktur dan sejumlah aspek lainnya tak perlu diragukan lagi.

Hal itu dibuktikan dengan 9 program unggulan yang telah disiapkan dan siap direalisasikan bila nanti diberi amanah memimpin Sidoarjo.

Sembilan program tersebut tentunya menyangkut semua aspek dan memihak kepada semua elemen masyarakat Kabupaten Sidoarjo.

Bahkan, duet paslon yang berlatar belakang pengusaha sukses dan pendidik profesional itu sangat konsen terkait menyedikan lapangan kerja yang dimasukan dalam program unggulan nomor 7, yaitu ‘menyediakan lapangan kerja yang layak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sidoarjo’.

Komitmen menyediakan lapangan kerja yang layak itu dibuktikan Mas Kelana dan Bunda Astutik dalam setiap pertemuan, menggelar dialog maupun masukan dengan semua elemen masyarakat Sidoarjo, mulai pedagang pasar, nelayan, pelaku UMKM, petani tambak bahkan sejumlah pengusaha di Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Mas Kelana, peningkatan dan pemerataan ekonomi akan menjadi prioritas dirinya bersama Dwi Astutik. Program ekonomi kerakyatan dengan menggandeng para pelaku UMKM diyakini akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru.

“Kita sudah programkan sistim digital marketing yang akan dikoneksikan dengan UMKM. Diharapkan dengan program ini para pelaku UMKM bisa menjadi manager atas usahanya dan akan membuka lapangan kerja baru yang layak dengan kebutuhan masyarakat Sidoarjo,” jelas Mas Kelana.

Selain itu, pelatihan kerja dan kewirausahaan juga akan dibuka seluas-luasnya, terutama bagi kaum milenial benar-benar didorong menjadi seorang wirausaha yang nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Begitupun dengan kerjasama antara pelaku UMKM dengan sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Sidoarjo yang berkesinambungan. Hal itu akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Sidoarjo.

Bukan hanya itu, pasangan Berkelas itu juga memikirkan nasib bagi kaum difable agar mendapat hak yang sama mendapat lapangan kerja yang layak.

“Kami akan siapkan dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang mendukung skill mereka hingga siap kerja,” jelasnya.

Kelana berharap bila nanti terpilih akan hadir untuk semua lapisan masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Ia juga siap menerima masukan dan kritikan semua elemen masyarakat Sidoarjo untuk mewujudkan Sidoarjo Makmur.

“Jadi jangan salah pilih. Ingin Sidoarjo Makmur pilih nomor 3, Kelana-Dwi Astutik. Tolong seruhkan juga, dari ketiga calon Pilkada Sidoarjo 2020 hanya nomor 3 yang memiliki keterwakilan calon dari perempuan. Coblos yang ada perempuannya,” pinta Mas Kelana.